Aktivasi Otak Tengah | Franchise Otak Tengah
aktivasi otak Analisa Bakat Melalui Sidik Jari
Aktivasi Otak Gratis Jadwal Aktivasi Otak
otak tengah midbrain activation indonesia stimulasi otak otak tengah indonesia aktivasi otak tengah mid brain activation indonesia aktivasi otak otak tengah otak tengah mesencephalon activation midbrain activationmesencephalon activation indonesia aktivasi otak mesencephalon activation indonesia midbrain activation midbrain activation
[ MENU ]
 FAQ


[ ARTIKEL ]

  • penyebab kesulitan belajar pada anak

  • riset membuktikan belajar musik meningkatkan kemampuan otak anak

  • ini jawaban mengapa kemampuan belajar tiap orang berbeda

  • usia ideal bagi anak untuk masuk sekolah dasar

  • tips melatih indera bayi

  • baca novel bisa meningkatkan fungsi otak





  • [ STAT ]





     

    Sekolah Mulai Tinggalkan Keberagaman, Hanya Fokus Pada Angka

    Kategori : Umum
     
     
     
    Konflik horizontal yang marak terjadi di sejumlah wilayah Tanah Air sekarang ini, antara lain, disebabkan sekolah mulai meninggalkan keragaman. Sekolah mulai meninggalkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati perbedaan. Sejumlah sekolah saat ini mengarah ke eksklusivisme berdasarkan kelompok atau golongan dan meninggalkan inklusivisme.

    Hal itu mengemuka dalam Diskusi Konstitusi dan Negara Kesejahteraan bertema "Pendidikan yang Memerdekakan". Diskusi diselenggarakan harian Kompas bersama Lingkar Muda Indonesia, di Bentara Budaya Jakarta.

    Soedijarto, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, mengatakan, para pendiri negara sejak awal menekankan pentingnya toleransi dan saling menghormati dalam keberagaman. "Karena pada dasarnya negara ini memang sangat beragam dari sisi suku, agama, adat, dan sebagainya," kata Soedijarto, yang juga Ketua Dewan Pembina Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia ini.

    Namun, kini, perlahan-lahan keberagaman itu mulai ditinggalkan. Sekolah bermunculan dengan identitas masing-masing, mulai dari identitas agama hingga sekolah berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional untuk kelompok tertentu.

    Jalaluddin Rakhmat, pakar komunikasi dan pengelola SMA Muthahhari Bandung, mengatakan, perhatian sekolah kini terpusat pada aspek kuantitatif. Semua pencapaian dilihat dari angka.

    "Mulai dari guru hingga murid, semua mengejar angka. Anak-anak menjadi instrumentatif. Ini budaya kuantifikasi," kata Jalaluddin.

    Nilai-nilai penghormatan terhadap perbedaan dan toleransi yang tidak tecermin dalam angka akhirnya ditinggalkan. "Karena itu, di sekolah kami dikenalkan ajaran dan tokoh yang berbeda keyakinan. Ini untuk meyakinkan siswa bahwa kita hidup dalam masyarakat yang sangat beragam," ujarnya.

    Elin Driana, pakar evaluasi pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, mengatakan, dihilangkannya perbedaan dalam sekolah dimulai oleh pemerintah. Pemerintah menerapkan ujian nasional yang menganggap siswa memiliki potensi sama. Padahal, potensi siswa sangat beragam.

    Sumber : kompas.com
     
    Artikel Lain :
    6 bekal dasar yang patut diajarkan ke anak agar hidup mandiri

    orang bahagia lebih cerdas otaknya

    menuntut anak berprestasi

    berbagai aktivitas yang baik untuk otak anak

    pertanda iq anda tinggi adalah perhatian susah dialihkan

     
    Dibaca : 2018 kali

     

    OTAKTENGAHINDONESIA.COM
    Baping Training Centre
    Jl.Haji Baping No.56, Susukan Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia 13750
    HP : 0818-9510-70, 0857-7969-8247, 0812-1234-6758
    Fax. (021) 877-87912, Email : Info@otaktengahindonesia.com