Aktivasi Otak Tengah | Franchise Otak Tengah
aktivasi otak Analisa Bakat Melalui Sidik Jari
Aktivasi Otak Gratis Jadwal Aktivasi Otak
otak tengah midbrain activation indonesia stimulasi otak otak tengah indonesia aktivasi otak tengah mid brain activation indonesia aktivasi otak otak tengah otak tengah mesencephalon activation midbrain activationmesencephalon activation indonesia aktivasi otak mesencephalon activation indonesia midbrain activation midbrain activation
[ MENU ]
 FAQ


[ ARTIKEL ]

  • penyebab kesulitan belajar pada anak

  • riset membuktikan belajar musik meningkatkan kemampuan otak anak

  • ini jawaban mengapa kemampuan belajar tiap orang berbeda

  • usia ideal bagi anak untuk masuk sekolah dasar

  • tips melatih indera bayi

  • baca novel bisa meningkatkan fungsi otak





  • [ STAT ]





     

    Jangan Remehkan Orang Autis, Mereka Sebenarnya Cerdas

    Kategori : Umum
     
     
     
    Autisme masih dipandang sebagai kekurangan dan kelainan pada masyarakat. Padahal, penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa banyak penyandang autis tidak hanya lulus sarjana, namun juga memiliki kualitas dan kemampuan yang melebihi orang-orang normal pada umumnya.

    "Data terbaru dan pengalaman pribadi saya menyarankan saatnya untuk mulai berpikir tentang autisme sebagai suatu kelebihan dalam beberapa bidang, bukan beban yang harus ditanggung," kata Dr Laurent Mottron di University of Montreal's Centre for Excellence in Pervasive Development Disorders.

    Tim peneliti Mottron telah mengukuhkan dan mereplikasi kemampuan dan kelebihan orang autis dalam berbagai tugas mental seperti persepsi dan penalaran. Tim tersebut melibatkan beberapa penyandang autis, salah satunya bernama Michelle Dawson, yang juga seorang peneliti autisme. Ia telah menulis banyak makalah yang menantang dasar-dasar etika dan intervensi analisis perilaku berbasis autisme.

    "Dawson berkontribusi besar terhadap pemahaman kami tentang kondisi melalui kerja dan penilaiannya. Ia menantang persepsi ilmiah saya mengenai autisme," kata Mottron.

    Mottron mengaku bahwa rekannya, Michelle Dawson, menginspirasinya dan membantunya mempertimbangkan ulang asumsi-asumsi umum tentang autisme. Dawson tidak memiliki gelar ilmiah, namun menyerap informasi dengan cepat, membaca secara menyeluruh, mampu mengedit tulisan Mottron dan menawarkan umpan balik pada penelitian. Dawson dan Mottron hingga saat ini telah menulis 13 makalah dan beberapa bab buku.

    "Sungguh menakjubkan bagi saya. Selama puluhan tahun, para ilmuwan memperkirakan besarnya keterbelakangan mental lewat pemberian tes yang tidak tepat dan salah menafsirkan kelebihan penyandang autis," tambah Mottron seperti dilansir medicalxpress.com.

    Selama ini, banyak penyandang autis bekerja dalam pekerjaan kasar yang berulang-ulang, meskipun kecerdasan dan bakatnya sebenarnya dapat berkontribusi jauh lebih signifikan untuk masyarakat.

    Autisme adalah gangguan perkembangan yang biasanya dapat diketahui sejak bayi berusia tiga tahun. Gangguan ini mempengaruhi perkembangan normal otak dalam hal keterampilan sosial dan komunikasi.

    Menurut Autism Society of Canada, terdapat sekitar 200.000 orang yang memiliki dengan spektrum autisme dan diperkirakan satu dari setiap 165 anak yang lahir di Kanada memiliki kondisi tersebut.

    Satu dari 10 penyandang autis tidak dapat berbicara, sembilan dari 10 di antaranya tidak memiliki pekerjaan tetap, dan 4 dari 5 orang dewasa autis masih tergantung pada orang tuanya.

    Penyandang autis menghadapi banyak tantangan. Menurut pengamatan Mottron, para penyandang autis lebih cocok untuk berkarir dalam penelitian dan ilmu pengetahuan akademik.

    "Sejak usia muda, mereka nampaknya tertarik dalam bidang informasi dan struktur seperti angka, huruf, mekanisme dan pola geometris. Kesemuanya merupakan dasar pola pikir ilmiah," kata Mottron. Ia menunjukkan bahwa empat orang asisten penelitiannya yang terdiri dari tiga orang mahasiswa dan satu orang peneliti kesemuanya autis.

    "Dawson dan individu autis lainnya telah meyakinkan saya bahwa penyandang autis membutuhkan lebih dari kesempatan, namun banyak dukungan dan sedikit pengobatan. Saya percaya bahwa autisme harus dijelaskan sebagai variasi yang diterima spesies manusia, bukan sebagai kecacatan," pungkas Mottron.

    Sumber : detik.com
     
    Artikel Lain :
    mengatasi perilaku hiperaktif anak dengan tidur siang

    tips meningkatkan daya ingat

    mengenal 5 gaya belajar anak

    potret pendidikan tanah air dan finlandia

    memahami makna jenius dalam pelatihan otak tengah

     
    Dibaca : 4332 kali

     

    OTAKTENGAHINDONESIA.COM
    Baping Training Centre
    Jl.Haji Baping No.56, Susukan Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia 13750
    HP : 0818-9510-70, 0857-7969-8247, 0812-1234-6758
    Fax. (021) 877-87912, Email : Info@otaktengahindonesia.com