Aktivasi Otak Tengah | Franchise Otak Tengah
aktivasi otak Analisa Bakat Melalui Sidik Jari
Aktivasi Otak Gratis Jadwal Aktivasi Otak
otak tengah midbrain activation indonesia stimulasi otak otak tengah indonesia aktivasi otak tengah mid brain activation indonesia aktivasi otak otak tengah otak tengah mesencephalon activation midbrain activationmesencephalon activation indonesia aktivasi otak mesencephalon activation indonesia midbrain activation midbrain activation
[ MENU ]
 FAQ


[ ARTIKEL ]

  • penyebab kesulitan belajar pada anak

  • riset membuktikan belajar musik meningkatkan kemampuan otak anak

  • ini jawaban mengapa kemampuan belajar tiap orang berbeda

  • usia ideal bagi anak untuk masuk sekolah dasar

  • tips melatih indera bayi

  • baca novel bisa meningkatkan fungsi otak





  • [ STAT ]





     

    Hubungan Kontak Mata dan Perilaku Anak

    Kategori : Umum
     
     
     
    Perilaku anak yang emosional dan pemarah juga dapat dilihat dari pandangan matanya. Studi menunjukkan bahwa anak yang sering menghindari kontak mata dengan orangtua merupakan pertanda anak agresif.

    Penelitian dari University of New South Wales menemukan bahwa kontak mata pada anak dapat menunjukkan sifatnya. Anak yang sering menghindari kontak mata dengan orangtua cenderung memiliki sifat agresif, emosional, pemarah dan antisosial.

    Temuan ini bisa lebih menekankan pada orangtua tentang pentingnya kontak mata pada anak. Kontak mata bisa melambangkan kasih sayang orangtua yang dapat membantu perkembangan otak anak.

    "Otak yang sehat dapat diketahui dari isyarat biologis tubuh dan sorotan mata kepada orang lain. Dan anak yang sering menghindari kontak mata cenderung lebih agresif," kata Profesor Mark Dadds dari School of Psychology, University of New South Wales, Sydney, dilansir Medindia.

    Menurut Prof Dadds, anak yang agresif ini biasanya memiliki emosi yang 'panas'. Anak agresif lebih cenderung impulsif, emosional dan sangat sedikit memiliki rasa empati.

    "Bila dibiarkan hingga dewasa, anak agresif bisa terlibat dengan tindakan yang lebih serius, seperti tindakan kekerasan, suka minum alkohol dan narkoba, atau bahkan melakukan tindakan kriminal," jelas Prof Dadds lebih lanjut.

    Dalam penelitian ini, tim yang dipimpin Prof Dadds menggunakan perangkat pelacak mata dan kamera video untuk merekam berapa banyak kontak mata yang terjadi antara anak dan orangtua.

    Subjek dalam penelitian ini adalah 100 anak Inggris dan Australia usia 16 tahun yang didiagnosa dengan Oppositional Defiant Disorder (ODD), yaitu gangguan anak suka melawan ditandai dengan memiliki kecenderungan untuk terus-menerus marah atau berdebat.

    Hasilnya, anak dengan ODD lebih jarang melakukan kontak mata dengan orangtua ketimbang anak yang normal.

    "Orangtua yang memiliki anak ODD sebaiknya harus menunjukkan strategi yang positif. Penelitian lain menunjukkan bahwa gaya, stabilitas dan kualitas pengasuhan memiliki dampak yang relatif kecil terhadap perkembangan anak ODD. Untuk itu, dokter, konselor dan ahli perkembangan anak dapat membantu mempelajari strategi khusus untuk mengatasi ODD," saran Prof Dadds.
     
    Artikel Lain :
    hukuman memukul anak sangat tidak dibenarkan

    tips meningkatkan daya ingat

    penyebab kesulitan belajar pada anak

    hubungan kontak mata dan perilaku anak

    pelatihan gratis untuk warga tidak mampu

     
    Dibaca : 4191 kali

     

    OTAKTENGAHINDONESIA.COM
    Baping Training Centre
    Jl.Haji Baping No.56, Susukan Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia 13750
    HP : 0818-9510-70, 0857-7969-8247, 0812-1234-6758
    Fax. (021) 877-87912, Email : Info@otaktengahindonesia.com